Volume 48

Cinta Dari Vin Diesel

FAST 9: Vin Diesel Ungkap Proses Unik di Balik Pemilihan Mobil-Mobil Keren di 'FAST & FURIOUS'

KapanLagi.com 2021-06-05 17:24:00
FAST 9: Vin Diesel Ungkap Proses Unik di Balik Pemilihan Mobil-Mobil Keren di 'FAST & FURIOUS'

Kapanlagi.com - FAST & FURIOUS selalu diramaikan oleh mobil-mobil keren. Franchise satu ini telah berevolusi film balap mobil menjadi film aksi dengan bumbu adegan spektakuler, misi berbahaya, dan drama keluarga. Namun, yang tak pernah ketinggalan tentu mobil-mobil tongkrongan para tokohnya. 

FAST 9 pun masih menjaga tradisi tersebut. Dari posternya, Dom Toretto (Vin Diesel) tetap setia dengan American muscle car, Dodge Charger 500. Mobil ini mengingatkan kita akan kemunculannya di film pertama, tahun 2001. Sementara dari trailernya, kita bisa menyaksikan Dom memacu Dodge Charger SRTnya melawan Jakob (John Cena) yang mengendarai Ford Mustang.

Vin Diesel dan Dodge Charger 500.

Dalam wawancara bersama KapanLagi, Vin Diesel mengungkap proses unik di balik pemilihan mobil-mobil tersebut. Setiap mobil yang muncul sebagai kendaraan para tokoh ini harus melalui seleksi panjang dan harus punya keterkaitan dengan cerita. 

 

 

(kpl/dka)


Proses Audisi Mobil

"OH MY GOD… Pertanyaan ini bakal butuh berjam-jam untuk dijawab. Aku rasa orang-orang tidak tahu sesuatu yang kami lakukan di setiap film FAST AND FURIOUS. Ini mungkin terdengar gila, tapi kami mengaudisi mobil seperti layaknya mengaudisi aktor," ungkap Vin. 

Lebih lanjut ia menceritakan bahwa setiap jenis mobil yang dipilih erat kaitannya dengan karakteristik tokohnya. Pilihan Dodge Charger yang kokoh dan kuat bisa jadi melambangkan sosok Vin sebagai alpha male dari keluarga besarnya. 

"Karena setiap mobil melambangkan sesuatu dari tokoh-tokoh filmnya. Mobilnya pun melambangkan benak para tokohnya. Benak tokohnya seperti apa, nampak dalam mobilnya. Ini salah satu kisah menarik dalam proses pembuatan FAST SAGA adalah ketika kamu mengaudisi mobilnya," tambahnya. 

Penasaran dengan deretan mobil keren yang bakal tampil di FAST 9? Kami beri sedikit bocorannya. 

 

 


Nostalgia Bersama Han dan Mazda RX-nya

Han (Sung Kang) bakal membawa fans bernostalgia dengan mobil Maxda RX warna hitam dan oranye miliknya. Terakhir kita melihat Han mengendarai mobil itu dalam TOKYO DRIFT. Lewat FURIOUS 7 kita pun diberi sedikit cuplikan Han melajukan mobilnya tersebut. 

 

 


Pontiac Fiero dan Roketnya

Lebih bikin penasaran lagi adalah mobil Pontiac Fiero merah yang terlihat sudah dimodifikasi dalam trailernya. Nggak tanggung-tanggung, mobil tersebut dimodifikasi dengan roket di atasnya. Sejak awal kemunculan trailer, kolom komentar sudah dibanjiri prediksi bahwa nantinya akan ada adegan di luar angkasa. 

Prediksi tersebut makin menguat setelah di akhir trailer kedua, Roman dan Tej terlihat mengendarai Pontiac tersebut dan sedang diangkut di atas pesawat terbang. 


 

 


Tonton Video Wawancara Lengkapnya

FAST 9 bakal tayang di bioskop 16 Juni mendatang. Film ini menjanjikan aksi spektakuler terutama pertarungan dua pria kekar berotot, Dom (Vin Diesel) dan Jakob (Dom Toretto). Jakob adalah adik Dom yang telah lama menghilang dan kini berulah bersama Cipher (Charlize Theron) 

 

 

Momen Mesra Syahreino

10 Foto Terbaik KapanLagi.com di 2019, Ciuman Bibir Syahreino hingga NCT 'Terbang'

KapanLagi.com 2019-12-26 19:05:00
10 Foto Terbaik KapanLagi.com di 2019, Ciuman Bibir Syahreino hingga NCT 'Terbang'

Ini merupakan sesi foto dari Ayu idol yang mengambil lokasi di kantor KapanLagi.com. Latar belakang bendera merah putih sengaja ditata sedemikian rupa oleh sang fotografer untuk menekankan bahwa Ayu merupakan peserta dari ajang Indonesian Idol.

Untuk sesi foto satu ini, fotografer KapanLagi.com mencoba tema baru, yakni fashion street. Sang model, Evelyn Kremes tanpa malu-malu berpose layaknya model professional meski puluhan mata orang menatapnya.

Cita citata termasuk salah satu artis yang punya selera tinggi untuk urusan konsep pemotretan. Agar tak mengecewakan sang model, fotografer KapanLagi.com pun rela pergi ke pusat kain di kawasan Tanah Abang untuk berburu kain-kain panjang sebagai backgrond pemotretan Cita.

Edric Tjandra resmi menikah dengan Venny pada Januari 2019 lalu. Reporter dan fotografer KapanLagi beruntung bisa dapat izin untuk meliput momen sakral tersebut. Dan salah satu shot terbaik adalah ketika Edric menangis terharu ketika melantunkan doa-doa. Padahal seperti diketahui, Edric adalah sosok presenter yang selalu ceria dan penuh tawa.

Bryan Domani dan Mawar de Jongh sempat berkolaborasi di sebuah judul film 'SIN'. Ketika menjalani media visit ke kantor KapanLagi.com, keduanya pun menjalani sesi foto ala-ala poster film yang hasilnya kece banget!

Bagi seorang fotofrafer, hunting foto konser K-Pop membutuhkan energi yang ekstra. Suka atau tidak, para fotografer harus berdiri di tengah-tengah kepungan fans yang jumlahnya begitu masif. Hal itu juga terjadi ketika reporter KapanLagi.com datang meliput konser dari boyband NCT di Jakarta pada Bulan September lalu. Namun usaha mereka tak sia-sia, karena beberapa shot foto yang didapatkan begitu luar biasa!

Salah satu berita paling menghebohkan di 2019 ini adalah kasus narkoba yang melibatkan nama Nunung Srimulat. Di awal penangkapannya, Nunung tak berhenti menangis di antara kepungan awak media. Dan fotografer KapanLagi.com pun berhasil mengabadikan satu shot yang begitu melankolis dan dramatis.

Raisa memang selalu cantik. Namun pada foto ini kecantikannya terlihat makin luar biasa dalam balutan fashion yang simple apa adanya ketika menjalani sesi foto di KapanLagi.com

Salah satu berita paling menghebohkan sepanjang 2019 ini adalah pernikahan antara Syahrini dan Reino Barack. Lagi-lagi, reporter dan fotografer KapanLagi.com beruntung karena bisa hadir di momen sakral tersebut. Salah satu shot terbaik pada kesempatan itu adalah ketika keduanya beciuman di hadapan para tamu undangan.

Pada foto ini, sang model, Tiara Bahar terlihat seakan seperti sedang 'disobek'. Padahal, ini hanyalah teknik fotografi dari fotografer yang begitu cerdik dalam memanfaatkan kain-kain sebagai objeknya dengan warna yang ada.

Sedekat Ini Dengan Tom Cruise

Pesta Menyambut Chris Hemsworth di Bali

Jika MIB Buka Cabang di Indonesia, Chris Hemsworth Bayangkan Nasi Goreng

KapanLagi.com 2019-06-14 16:36:00
Jika MIB Buka Cabang di Indonesia, Chris Hemsworth Bayangkan Nasi Goreng

Kapanlagi.com -

Chris Hemsworth bakal berperan jadi Agent H dalam MEN IN BLACK INTERNATIONAL. Ia bermarkas di London. Lantas, jika ada cabang MIB di Indonesia, seperti apa bayangan Chris?

KapanLagi.com berkesempatan menghandiri fan event MIB INTERNATIONAL di Bali akhir Mei lalu. Kami langsung bertanya tentang peran barunya ini serta bayangan akan MIB jika ada di Indonesia. Simak selengkapnya dalam video di atas. 

(kpl/dka)

5 Hari Merasakan Jadi Personil NOAH

[Catatan Editorial] Serunya 5 Hari Bersama NOAH di Taiwan

KapanLagi.com 2015-11-27 18:22:00
[Catatan Editorial] Serunya 5 Hari Bersama NOAH di Taiwan

Kapanlagi.com -
Oleh: Adhib Mujaddid

Siapa band terbesar di Indonesia saat ini? Sudah pasti salah satunya adalah NOAH. Tiga tahun terakhir, bisa dibilang mereka adalah band paling sibuk. Jadwal pada, baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu jadwal mereka di akhir 2015 adalah tur ke Taiwan. Sebuah konser yang diliput secara eksklusif oleh KapanLagi.com®. Dalam tulisan ini, saya ingin membagikan pengalaman, bagaimana rasanya berada dalam rombongan NOAH selama lima hari. Yap, kami diundang secara khusus oleh Musica Studio, label tempat NOAH bernaung.

Rombongan berkumpul di berkumpul di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Jumat (20/11) jam 11 siang. NOAH tak sendirian, ada band Musica Studio lainnya yang mengikuti tur, Electron 45. Total, rombongan ini berjumlah kira-kira 25 orang. Selain para personel, kami terdiri dari wakil dari Musica, kru, media lokal Taiwan (Indosuara) dan tentu saja reporter KapanLagi.com®.

Uki dan istrinya, Metha Yunatria Hikmah datang lebih dulu, hampir bersamaan dengan Lukman. Sementara itu Ariel dan David datang beberapa saat kemudian. David diantar oleh Papanya, sedangkan sang istri, Gracia Indri sudah tiba beberapa menit sebelumnya. Satu hal yang unik, Ariel datang dengan fashion yang sederhana, terutama di bagian bawah. Pria kharismatik ini lebih memilih mengenakan sendal jepit.

Coba lihat alas kaki Ariel! @foto: © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

"Itu karena saya sudah kapok naik pesawat jangka panjang. Kadang-kadang kalau di pesawat terlalu lama kaki kan jadi besar. Nah ini sepatu sempit mau dipakai lagi. Habis itu biar nyaman tidur. Sebenarnya kemarin itu cuma enam jam sih nggak terlalu lama. Cuman udah mindsetnya biar enak di pesawat, kan kursinya udah kecil, jadi biar nyaman dan biar nggak capek di jalan," kata Ariel.

Pesawat terbang tepat waktu. Sangat beruntung, saya duduk di sebelah Ariel. "Hai, tukeran tempat duduk mau? Saya nggak suka duduk di dekat jendela," sapanya. Tentu saja saya mengiyakannya.

Berangkat! © Twitter Musica Studios

Dalam perjalanan, saya sempat mengajaknya berbicara banyak hal, termasuk cabang bisnis sepatunya di Malang, kota kelahiran saya. Ariel antusias berbicara tentang perkembangan bisnis tersebut. Saya sempat mengajaknya untuk wawancara, tapi ia menolak, mungkin momennya masih kurang tepat. Namun ia menjanjikan waktu tersendiri nantinya. Beberapa saat kemudian dia mulai membuka gadget dan memainkan game favoritnya sejak SMP kelas 3, The Sims. Di sela-sela itu, dia juga sempat menonton film yang disediakan oleh maskapai sebelum memilih tidur beberapa jam kemudian.

Sekitar enam jam kemudian, kami akhirnya tiba di Taiwan, negeri yang menjadi tempat mencari nafkah 200.000 Warga Negera Indonesia. Seperti yang saya duga, puluhan fans NOAH sudah menanti di depan bandara. Salah dari mereka sengaja membawa banyak botol minuman yang dibagi-bagikan pada rombongan. Walau jelas mereka sedang kelelahan, namun tetap saja Ariel dan kawan-kawan antusias melayani permintaan foto.

Disambut Sahabat NOAH Taiwan @foto: © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Saya sempat berbincang dengan salah satu dari mereka. Namanya Yanuar, pria Surabaya yang sudah bekerja dua tahun di sana. "Total kami berjumlah 200 orang, itu belum termasuk yang tak terdaftar. Rencananya besok kami akan diresmikan sebagai Sahabat NOAH Taiwan sekaligus meet and greet," ceritanya.

Rombongan melanjutkan perjalanan ke hotel untuk beristirahat. Jaraknya tidak terlalu jauh, menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Begitu tiba, para personel NOAH segera masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Sementara saya masih ingin menikmati malam di Taiwan untuk pertama kali. Beruntung, Dirly (vokalis Electron 45) mengajak saya untuk makan di gerai fastfood di depan hotel. Sisa malam itu pun saya habiskan bersama para personel Electron 45, Dirly, Tyo Nugros, Dimas dan beberapa kru lainnya.

Electron 45, bersahabat! © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Banyak hal yang kita bicarakan malam itu. Tio sebagai yang paling senior bercerita banyak tentang pengalamannya sebagai musisi. Sedangkan saya antusias menceritakan kejadian-kejadian seru sebagai seorang jurnalis. Cuaca kala itu mirip dengan Malang atau Bandung saat sedang dingin ditambah angin yang bertiup kencang.

Keesokan harinya, sekitar pukul 11.00 waktu setempat, saya diberi kesempatan untuk berada dalam satu mobil dengan para personel NOAH. Kami berangkat ke venue untuk checksound dan meet and greet. Saya merasakan benar kekompakan mereka. Walau saya tak begitu paham dengan apa yang mereka bicarakan (karena menggunakan Bahasa Sunda), namun jelas terasa mereka sangat enjoy dengan perjalanan ini. Selain bercanda, di dalam mobil mereka terkadang sibuk dengan gadget masing-masing

Tak terlalu lama, kami akhirnya tiba di venue, Taoyuan Stadium. Stadion ini megah, rapi dan sangat pas untuk digunakan sebagai konser. NOAH lebih dulu menjajal panggung. Setelah itu giliran Electron 45. Usai checksound, NOAH langsung menuju ruangan meet and greet sekaligus meresmikan fansclub. Sebuah tumpeng pun menjadi saksi keakraban mereka. Sekali lagi saya melihat betapa masing-masing personel sangat ramah pada fans.

Akhirnya resmi! @foto: © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Jelang petang, saya bergabung dengan para personel NOAH, Gracia dan Metha menuju 101 Tower, sebuah gedung yang konon pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia. Di sana terdapat beberapa mall, karena selera masing-masing berbeda, mereka pun berpencar. Saya bersama Lukman melihat-lihat casing handphone, setelah itu ia mengajak untuk keluar gedung. Di pelataran gedung, ia melakukan hobinya, fotografi. Dari obrolan kami, tampak jelas bahwa Lukman memang menggilai kegiatan yang satu ini.

"Kamera cuma satu, Sony A7R Mark 2. Sekitar 50 (juta). Lensa saya pakai Zeiss semua, biar dapet gambar yang sesuai dengan body kamera lah," kata Lukman.

Beberapa gedung cantik ia foto. Lukman juga sempat memotret David dan Gracia yang bergabung beberapa saat kemudian. Lukman tak segan menawari saya untuk ia potret. Yap, Lukman memang sangat ramah dan jauh dari kesan sombong. Bahkan ia rela berbagi burger pemberian Gracia dengan saya.

Mau difotoin Lukman? © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Rombongan kami akhirnya kembali berkumpul di titik yang sebelumnya sudah ditentukan. Kami tak langsung berangkat pulang ke hotel karena masih harus menunggu mobil jemputan. Saat menunggu, di luar dugaan tiba-tiba Ariel memanggil saya untuk menepati janjinya. "Daripada diam nggak ngapa-ngapain, yuk wawancara."

22 November 2015, hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Saya berangkat bersama bersama Electron 45 dan kru. Walau konser baru akan digelar pukul 13.00, namun fans sudah memadati venue sejak tiga jam sebelumnya. Prediksi konser ini bakal dihadiri 20.000 penonton tampaknya akan terbukti.

Saya sempat bergabung dengan para personel Electron 45 di ruang ganti. Mereka benar-benar antusias menunggu konser ini. Tak lama kemudian, mereka beraksi di panggung memainkan lagu sendiri dan cover single lain. Walau tergolong masih baru, Tyo Nugros dan kawan-kawan ternyata mendapat sambutan meriah.

Potensi baru dunia musik Indonesia © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Sementara itu di sudut lain, NOAH yang baru tiba sedang bersiap-siap di ruang ganti. Seperti yang sering kita lihat di video-video band luar negeri, Ariel tampak sedang pemanasan melemaskan otot. Setelah itu, ia memainkan gitar sambil sesekali menghadap kaca. Suasana sangat santai dan rileks. Tak beberapa lama kemudian, panitia datang mengabarkan bahwa sepuluh menit lagi NOAH bakal perform.

Begini salah satu kegiatan Ariel di ruang ganti © KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Mereka pun bergegas berjalan ke arah belakang panggung. Sebuah ritual mereka lakukan, yakni briefing akhir tentang suasana venue dan apa yang harus mereka lakukan. Briefing itu akhirnya ditutup dengan doa. "Penontonnya sangat banyak. Lebih sering interaksi. Mainnya enjoy," kata Ariel pada kawan-kawannya.

Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang aksi panggung NOAH. Seperti biasanya, mereka tampil sangat menghibur dan menunjukkan kelasnya sebagai band papan atas Indonesia. "Apa kabar Taiwan? Kalau kalian butuh enam jam untuk perjalanan sampai ke Taiwan (durasi perjalanan di pesawat), maka kami butuh enam bulan. Kami menginginkan konser ini ini sejak lama,” kata Ariel.

Seperti biasanya, luar biasa! ©KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Menurut salah seorang panitia, lebih dari 20.000 penonton berada di dalam gedung. Sementara itu ribuan lainnya berada di luar. Dua kata untuk konser ini, Luar Biasa!

Usai konser rombongan kembali ke hotel, sesaat kemudian saya ikut rombongan NOAH menuju Simlin, sebuah pasar tradisional terkenal di Taipei. Ariel tidak ikut kali ini. Sementara David dan Gracia berpencar dengan mobil lain.

Di sana, Metha dan Uki beberapa kali membeli jajanan lokal, buah-buahan segar hingga cumi bakar. Selain itu, kami juga sempat menjajal kelezatan masakan Taiwan. Sedikit aneh di lidah, karena saya lebih terbiasa menikmati masakan Indonesia. Namun bukan berarti masakan itu tidak enak.

Romantis di Taiwan  ©KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Sekitar pukul 23.00, akhirnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Sebuah hari yang menyenangkan bagi saya, malah mungkin salah satu hari yang terbaik, menikmati konser NOAH di luar negeri dan diakhiri jalan-jalan seru bersama para personel yang sangat ramah.

Hari terakhir tiba, kami sudah bersiap untuk pulang jam 6.30 pagi. Pesawat akan terbang jam 09.00. Di bandara, saya sempat menemui Ariel sekali lagi. Kali ini untuk memberikan buku karya saya. Ia dengan senang hati menerima dan membaca cover depan dan belakang. Setelah sempat berfoto bersama, ia memasukkan buku itu ke dalam tas warna krem-nya.

Di dalam pesawat, saya duduk bersebelahan dengan Tyo Nugros. Tak banyak yang kami perbincangkan karena rasa kantuk sangat jahat menyerang. Saya hanya sempat memperlihatkan foto-foto panggung Electron 45 sebelum akhirnya tertidur. Sekitar pukul 15.00, kami akhirnya tiba di Tanah Air. Benar-benar banyak hal yang bisa saya dapatkan dalam perjalanan kali ini.

Sukses berat di Taiwan  ©KapanLagi.com®/ Adhib Mujaddid

Satu yang sangat menempel di pikiran saya adalah, mereka sangat ramah. Ariel tampak sangat antusias dengan para penggemarnya. Ia terus tersenyum melihat kamera fansnya entah untuk yang keseratus atau lima ratus kalinya dalam lima hari tersebut. Ia juga merupakan sosok yang sangat cerdas dan pintar ketika wawancara. Dari sekian banyak tokoh atau artis yang pernah saya wawancarai, rasanya Ariel adalah salah satu yang paling cerdas. Percayalah!

Sementara itu, Lukman adalah sosok yang humble dan menyenangkan. Begitu pula dengan David, Uki maupun Gracia dan Metha. Di balik gemerlap panggung besar yang mereka gelari konser, ternyata mereka adalah sosok-sosok hebat yang membumi dan bisa bersahabat dengan siapapun. Dirly, Tio dan teman-teman Electron sangat friendly. Mereka berbicara dengan saya seolah duah kenal sejak lama. Thanks NOAH, Musica, Electron, seluruh kru, Indomedia dan seluruh Sahabat NOAH Taiwan untuk perjalanan dan kesempatan yang luar biasa ini.

(kpl/adb)

Ngobrol Bareng Song Joong-Ki

Song Joong Ki Bahas Cerita di Balik Layar VINCENZO - Ungkap Karakter yang Paling Mirip Dia di Kehidupan Asli

KapanLagi.com 2021-07-06 16:10:00
Song Joong Ki Bahas Cerita di Balik Layar VINCENZO - Ungkap Karakter yang Paling Mirip Dia di Kehidupan Asli

Kapanlagi.com - VINCENZO merupakan salah satu drakor tahun 2021 ini yang populer banget. Dibintangi Song Joong Ki dan Jeon Yeo Bin, serial yang mengusung cerita mafia Italia Vincenzo Cassano tersebut dibawakan dengan banyak komedi meski tentu saja tetap menegangkan di banyak scene, apalagi saat menghadapi Babel Group.

Meski drama Korea ini sudah tamat, tapi nyatanya masih banyak dibahas oleh penggemar dan terus menuai fans yang tertarik menontonnya. Dengan wawancara Netflix bareng Song Joong Ki ini, sang bintang utama mengungkap banyak kejadian seru di balik layar, hingga ia buka-bukaan soal karakternya sendiri dan bahkan menyebut karakter lain yang bikin dia iri. Yuk intip wawancara lengkapnya!Song Joong Ki credit: Netflix

Seluruh episode Vincenzo telah tayang dan masih populer hingga saat ini. Apa pendapat Anda tentang ini?

"Setelah syuting selesai dan episode terakhir ditayangkan, saya pergi dengan teman-teman. Saya sempat bertemu dengan para pemain Vincenzo secara dadakan karena merindukan mereka."

"Saya juga melakukan wawancara dan hal-hal yang biasa saya lakukan. Hal yang paling sering saya lakukan adalah, para pemain Vincenzo memiliki banyak jadwal wawancara, dan saya juga beristirahat. Saya menghadiri Baeksang Arts Awards dengan sang sutradara dan bersenang-senang di sana. Begitulah cara saya menghabiskan waktu."

Apa pelajaran terbesar Anda dari pembuatan serial Vincenzo?

"Hal yang paling banyak saya pelajari, sepertinya saya belajar banyak dari sutradara Kim Hee Won. Dia sangat perhatian dan cerdas, dan dia adalah pemimpin yang mampu menyelesaikan banyak hal tanpa membebani orang lain. Dia bisa menjadi keras kepala terhadap hal-hal tertentu yang ingin dia lakukan atau ekspresikan, tetapi dia juga fleksibel dan tahu bagaimana cara menyesuaikan keinginannya untuk menyatukan orang-orang."

"Dia adalah sosok yang bisa mengumpulkan semua orang dan menyemangati mereka. Dia adalah pemimpin yang selalu menyemangati orang-orang dengan senyuman pada akhirnya. Vincenzo bercerita mengenai karakter unik bernama Vincenzo Cassano yang bertemu dengan orang-orang yang tak kalah unik dan menjadi dekat dengan mereka. Saya rasa serial ini menceritakan proses bagaimana ia menjadi pemimpin bagi mereka. Setelah melihat kepemimpinan sutradara Kim Hee Won, saya menyadari bahwa dia adalah contoh dari apa yang saya anggap sebagai pemimpin yang baik. Sosok yang memimpin banyak orang dengan riang. Sebagai pemeran utama, tanpa sadar saya ikut menjadi sosok pemimpin di lokasi syuting. Sepertinya saya menyadari bahwa saya juga ingin menjadi pemimpin seperti itu di proyek lain."

Sang sutradara tampak sangat penuh semangat. Bagaimana menurut Anda?

"Saya ingin menggambarkannya sebagai sosok yang penuh energi, serta memiliki energi yang berkelas."

Adegan mana yang paling sulit dilakukan dan mengapa?

"Bagian pertama. Kami tidak bisa syuting di Italia karena pandemi. Kami syuting secara terpisah di Italia dan menggunakan teknologi CG. Kami banyak menggunakan efek visual ketika syuting Space Sweepers, sehingga saya pikir prosesnya akan serupa dan menganggapnya enteng. Space Sweepers melibatkan banyak aspek teknis, tetapi Vincenzo memiliki banyak adegan emosional di bagian pertama. Saya merasa banyak tekanan pada aspek emosional agar hasilnya dapat sesuai dengan adegan CG setelah diedit. Saya merasa agak sedih. Jika saya berakting di Italia, saya bisa mendapatkan energi lebih banyak dari tempat yang sebenarnya. Saya merasa sedikit cemas bahwa sebenarnya hasilnya bisa lebih baik. Adegan-adegan penuh perasaan seperti itulah yang paling sulit. Adegan di Italia."Song Joong Ki credit: Netflix

Sulit membayangkan Vincenzo yang tidak diperankan oleh Song Joong-ki. Vincenzo pun kini populer di berbagai negara. Apa pesona Vincenzo yang mampu merebut hati keluarga Geumga dan penggemar di seluruh dunia?

"Kemarin saya membahas hal ini bersama sutradara dan produser. Beberapa artikel berita mengatakan bahwa Vincenzo berada di peringkat 10 besar Netflix di berbagai negara. Anda sering melihatnya di berita, tetapi saya tidak menganggapnya sebagai hal yang mudah."

"Saya menganggapnya sebagai fenomena yang sangat terhormat. Saya berlangganan Netflix karena serial berjudul Narcos. Saya menjadi penggemar serial yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya. Saya pikir hal yang sama mungkin terjadi pada Vincenzo. Saya tidak tahu mengapa mereka menyukainya. Ini adalah drama Korea, jadi saya tidak yakin mengapa mereka sangat menyukainya. Saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak harus menyukainya. Mohon untuk terus menyukai serial ini."

"Hal yang saya ingin tahu adalah apakah penonton dapat memahami aspek Koreanya. Saya pikir mereka memahami aspek tersebut dan menganggapnya lucu. Menurut saya negara yang menyukai Vincenzo juga mengalami masalah sosial sama yang dikritik dalam serial ini. Mungkin mereka merasakan kepuasan. Ada satu kekhawatiran. Apakah mereka bisa menerima humor Korea? Apakah mereka akan mengerti lelucon ala Korea? Saya masih penasaran terhadap hal-hal tersebut."

Dengan segala kemampuan dan karakteristik Vincenzo, manakah yang ingin Anda miliki?

"Vincenzo telah melalui berbagai kesulitan dan tantangan hidup, sehingga dia adalah sosok yang berpandangan jauh ke depan. Ketika Hong Cha Young mengalami masa-masa sulit, merasa terpojok, dan berada dalam keputusasaan, Vincenzo memberinya banyak nasihat, seperti "ini bagus untuk dilakukan" dan "ini yang harus kamu lakukan". Kalimat-kalimat seperti "jangan sampai lepas diri karena amarah" dan "balas dendam lebih efektif dengan emosi yang dingin". Dia mengatakan banyak hal yang membuatnya seperti memiliki pandangan filosofis tentang kehidupan. Song Joong Ki merasa bahagia dan sedih secara bergantian, sehingga saya ingin belajar mengenai kebijaksanaan dan kesabaran untuk dapat menenangkan diri dari Vincenzo."

Dari sekian banyak karakter di Vincenzo, siapa yang paling mirip dengan Anda?

"Sang penatu. Dia berbicara sedikit blak-blakan dan ketus, tapi sebenarnya dia memiliki hati yang hangat. Dia bertingkah seolah tidak tertarik dengan orang-orang di sekitarnya, tetapi sebenarnya memang seperti itu dan berusaha untuk tidak menunjukkannya. Dia seperti tsundere. Sepertinya saya agak mirip dengannya dalam hal tersebut."

Vincenzo memiliki banyak karakter. Jika dapat memilih peran lain, siapa yang akan Anda pilih?

"Tentu saja Choi Myung Hee. Menurut saya ada banyak hal yang bisa saya ungkapkan dengan cara saya sendiri. Saya sempat iri. Dia adalah karakter yang dapat melepaskan emosi dan menurut saya hal itu bisa membuat lega dari sudut pandang seorang aktor."

"Vincenzo bukan karakter yang menyegarkan.Memang menyegarkan ketika melihatnya, tetapi dia adalah karakter yang membuat frustrasi sebagai aktor karena dia menahan emosinya. Dia hanya menangis ketika ibunya meninggal. Dalam situasi lain, dia terus-menerus menahan perasaannya, sehingga terasa menyesakkan bagi saya. Choi Myung Hee adalah karakter yang suka berteriak, jadi saya sedikit iri. Saya rasa saya bisa memerankan peran antagonis ala Song Joong Ki. "

Kim Yeo Jin (Choi Myung Hee) credit: Netflix

Vincenzo memiliki banyak adegan bromance. Bagaimana Anda mempersiapkan adegan dengan presiden bank Kim Sung-cheol di Vincenzo?

"Sejujurnya, adegan itu tidak seaneh yang orang pikirkan. Sebenarnya malah sangat lucu. Adegan terasa lebih ringan karena adanya Sung Cheol, dan kami sangat dekat, sehingga saya bisa berakting dengan nyaman tanpa khawatir harus berhati-hati. Sung Cheol menyiapkan segalanya dan itu tidak membuat saya aneh. Saya merasa sedikit malu dan sulit menahan tawa. Saya tidak merasa aneh. Adegan akhir Kim Sung Cheol sebenarnya tidak ada dalam naskah."

Bagaimana adegan itu akhirnya ditambahkan?

"Adegan itu tidak ada dalam naskah episode ke-20, tapi saya melihat naskahnya dan berpikir akan lucu jika ada adegan Sung Cheol mengenang Vincenzo/Tae-ho. Saya bertanya kepada sutradara apakah saya bisa meminta Sung Cheol untuk datang jika dia ada waktu. Dari sudut pandang sutradara, dia tidak bisa bertanya padanya karena merasa tidak enak. Dengan alasan bahwa dia adalah kenalan dekat saya, akhirnya saya meminta bantuan. Sung Cheol mungkin menganggap saya sebagai mafia sungguhan. Saya mengundangnya untuk datang dan syuting tiga adegan. Saya seperti seorang gangster."

Jika Anda menemukan ruangan rahasia yang penuh dengan emas, apa yang akan Anda lakukan?

"Jika ada banyak emas, saya akan menggunakan 50% untuk membentuk sebuah yayasan dan menggunakannya untuk tujuan yang baik. Saya akan menggunakan sisanya untuk bersenang-senang. Alasan mengapa saya membuat yayasan adalah untuk bebas dari rasa bersalah ketika menghabiskan uang sebanyak itu. Setelah bebas dari rasa bersalah, saya harus bersenang-senang menggunakan sisa uangnya. Bukannya belum pernah terpikirkan oleh saya, tetapi saya pikir ide itu luar biasa. Saya juga ingin menemukan dan membuat lokasi pribadi seperti Malta."

Menurut Anda, apa yang dilakukan Vincenzo Cassano setelah setahun meninggalkan Korea?

"Setelah setahun meninggalkan Korea, saya pikir dia masih sama saja. Mengikuti kata-kata penatu dan Biksu Jeok Ha. Seperti yang dikatakan Biksu Jeok Ha, dia mungkin tidak bisa menerima pengampunan dari Budha, tapi sesekali bisa menerima pujian. Menurut saya dia akan terus hidup dengan cara yang sama.

Menurut Anda bagaimana Vincenzo membagi emas dengan Hong Cha Young dan keluarga Geumga?

"Kami juga membicarakan hal ini di antara para pemain. Semua orang penasaran. Apakah semua orang atau hanya orang-orang yang memindahkan emas yang menerima bagian mereka dan apa yang sebenarnya terjadi. Kami memiliki pendapat yang berbeda. Pendapat pribadi saya adalah setiap orang mungkin mendapat bagian yang kecil. Saya pikir yang ada di bawah tempat tidur Hong Cha Young merupakan miliknya, dan jika mereka tidak saling berbagi emas, saya pikir keluarga Geumga akan berantakan karena manusia itu lemah dan serakah."

Jeon Yeo Bin (Hong Cha Young) credit: Netflix

Tolong sampaikan sepatah kata kepada penggemar dan mereka yang belum menonton.

Saya Song Joong Ki dan saya berperan sebagai Vincenzo Cassano di Vincenzo. Saya berterima kasih kepada kalian yang telah menonton Vincenzo dan mendukungnya dengan tulus. Untuk penonton Netflix yang belum menyaksikan Vincenzo, tarik napas dalam-dalam dan klik. Anda mungkin perlu begadang sepanjang malam. Anda mungkin akan tertidur, tetapi bangun kembali dan menyaksikan episode berikutnya. Mohon untuk menyaksikannya, karena akan sangat menarik. Tayangan ini akan mengocok perut, menyegarkan, dan memuaskan. Mohon tunjukkan rasa cinta Anda terhadap Vincenzo. Sampai jumpa di Netflix!

Kamu bisa nonton video lengkap wawancara Vincenzo di bawah ini!

(kpl/jje)

Chit Chat with Sweetest On Screen Couple

Tantangan Untuk Dian Sastro dan Nicholas Saputra, Seberapakah Mereka Saling Mengenal

KapanLagi.com 2021-07-25 21:54:00
Tantangan Untuk Dian Sastro dan Nicholas Saputra, Seberapakah Mereka Saling Mengenal

Kapanlagi.com - Disclaimer: Video ini dibuat tahun 2018 untuk keperluan promo film ARUNA DAN LIDAHNYA.

Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo kembali dipertemukan di film terbaru mereka ARUNA DAN LIDAHNYA. Seperti yang sudah diketahui, Dian dan Nico ini memang sudah menjadi teman dekat setelah beradu peran untuk pertama kalinya di AADC.

Menjadi teman dekat selama belasan tahun, tentunya Dian dan Nico sudah sama-sama saling mengerti satu sama lain. Nah, KapanLagi.com pun membuat tantangan untuk dua sahabat, yakni seberapa banyak kamu mengerti tentang temanmu.

Banyak pertanyaan yang akan dilemparkan kepada dua sahabat ini. Nah, kira-kira seperti apa jawaban dari Nicholas Saputra dan Dian Sastro, dan kira-kira, siapakah yang paling mengerti tentang sahabat mereka? Simak langsung videonya di sini!

 

 

 

 

 

(kpl/dwn)

Saksi Lesti Dilamar Billar

Penampakan Suvenir Lamaran Lesti dan Rizky Billar, Seperti Apa Sih?

KapanLagi.com 2021-06-15 13:50:00

Kapanlagi.com -

Setelah membuat banyak orang penasaran, akhirnya acara lamaran Lesti dan Rizky Billar pun digelar. Lamaran digelar di Gedung Putih dan dihadiri oleh tamu undangan yang terbatas.

Menariknya, kami sempat melirik barisan suvenir cantik yang terpampang di venue. Penasaran seperti apa isinya? Langsung kita cari tahu selengkapnya di video berikut ini yuk KLovers!

(kpl/ntn)

Ke Jepang Demi Ryan Reynolds

Catatan Editorial: Ke Jepang Demi Saksikan Ryan Reynolds Jadi Pikachu Menggemaskan

KapanLagi.com 2019-05-06 16:59:00
Catatan Editorial: Ke Jepang Demi Saksikan Ryan Reynolds Jadi Pikachu Menggemaskan

Kapanlagi.com - Ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke Negeri Sakura. Rasanya masih tak percaya Senin (22/4) sore saya masih berada di Jakarta, lalu esok paginya saya sudah duduk manis membaca Shonen Jump Weekly di halte bus Bandara Internasional Narita, Jepang. Sekitar satu jam saya menunggu bus yang bakal mengantar saya ke Tokyo. Perjalanannya nanti bakal memakan waktu satu setengah jam. Lumayan bisa dipakai tidur :D

KapanLagi.com® berkesempatan untuk hadir dalam global junket film POKEMON DETECTIVE PIKACHU atas undangan dari Warner Bros Pictures. Mendengar kata Pokemon rasanya sudah tak asing lagi di telinga bukan?

Di Indonesia animenya sudah tayang sejak tahun 2001 di Indosiar lalu lanjut di SCTV. Sementara beberapa waktu lalu, game Pokemon Go menjadi fenomena di masyarakat. Dari anak-anak sampai orang dewasa memainkannya. 

Nah, kali ini kisah Pokemon diangkat dalam film live-action yang dibintangi oleh Ryan Reynolds, Justice Smith, Kathryn Newton, Ken Watanabe dan Rita Ora.  Khusus untuk Ryan Reynolds, ia melakukan motion screen capture demi bisa menjelma jadi Pikachu yang super imut saat di layar lebar. 

Jelang perilisannya di bioskop Indonesia Rabu (8/5), KapanLagi sebagai satu-satunya media dari Indonesia dan puluhan media dan influencer dari mancanegara mendapat kesempatan untuk menyaksikan filmnya terlebih dahulu dan mewawancara cast dan sutradaranya. Event junket kali ini dilangsungkan di Jepang untuk memberi penghormatan khusus pada tokoh-tokoh Pokemon. Di negara inilah tokoh-tokoh imut ini diciptakan. 

Kejutan dari Ryan Reynolds saat Pesta Penyambutan 

Hari pertama di Jepang, jadwal kami tidaklah padat. Setelah check-in di hotel dan kemudian mempersiapkan diri, kami segera berangkat ke Teluk Tokyo sekitar pukul 6 sore untuk pesta penyambutan. Rencananya kami akan makan di atas kapal feri sambil mengarungi Teluk Tokyo dan menikmati pemandangan di sekitar Rainbow Bridge. 

Semula saya kira acara tersebut sekadar ramah tamah makan bersama namun siapa sangka saat tiba di lokasi, kami disambut oleh Ryan Reynolds dkk. Mereka telah terlebih dahulu tiba di sana dan menyapa kami semua. Tak pelak beberapa di antara kami (khususnya para perempuan yang nge-fans dengan Reynolds) langsung menjerit girang. Sayangnya, Ryan dkk tak lama berada di sana. Namun mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama kami sebelum kembali ke hotel. Pesta pun berlanjut sampai pukul 11 malam.   

Para jurnalis dan influencer dari Asia, Eropa, dan Amerika berfoto bersama Ryan Reynolds dkk. Foto: WarnerBros via Valentina Pulgarin



Persiapan Sebelum Wawancara, Nonton Film dan Belajar Budaya Jepang

Hari kedua di Jepang, jadwal kami mulai padat. Rabu (24/5) pagi sekitar pukul 9, kami sudah harus mengikuti screening film POKEMON DETECTIVE PIKACHU di Toho Cinema Nihonbashi. Kami bersama-sama berjalan kaki ke bioskop yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari hotel tempat kami menginap. 

Dua topik pembicaraan terpanas sebelum kami memasuki bioskop adalah, "Seperti apa Reynolds menghidupkan Pikachu versinya ini?" dan "Apa plot kisah detektif yang bakal dimunculkan?". Tak bisa dipungkiri memang, Reynolds sudah kepalang lekat dengan sosok pembunuh bayaran bermulut ketus berkostum spandex merah yang tak bisa mati. Jawabannya hanya bisa kami dapat setelah menonton filmnya. 

Selama kurang lebih satu jam empat puluh empat menit kami menikmati filmnya, seisi bioskop riuh dipenuhi tepuk tangan. Penasaran bukan? Saya beri sedikit bocoran detailnya. Dari sisi cerita, bumbu misteri ala kisah detektif bakal membuat kalian betah menikmatinya sampai akhir. Belum lagi dengan visualisasinya yang ciamik. Yang pasti buat kalian yang sudah akrab dengan Pokemon, film ini bakal menjadi momen nostalgia kalian dengan sedikit penyegaran :)

Lepas dari Toho Cinema, rombongan pun diajak ke Happo En, sebuah taman yang dirancang khusus dengan arsitektur dan lanskap ala era Edo. Kami makan siang bersama di sana dan mendapat tutorial singkat untuk membuat sushi dan juga origami Pikachu. Hasilnya seperti di bawah ini nih. Ada yang bisa menebak apa bunyi tulisan Katakana yang saya buat? 

Ada yang bisa menebak apa bunyi dua tulisan di atas?

Kami menghabiskan waktu sampai sore sekitar pukul 3 di Happo-en. Ada yang sibuk berfoto, ada yang memanfaatkan lanskap indah di sana untuk membuat video. Sementara saya sendiri lebih memilih untuk duduk-duduk saja sambil mengobrol. Berbincang seputar film dan kesan pertama para jurnalis di sana terkait film POKEMON yang tadi baru ditonton. Selain menghemat tenaga, mengobrol seperti ini juga jadi cara mempersiapkan diri untuk sesi wawancara di sore hari nanti. 

Sesi wawancara sore harinya tergolong panjang. Dimulai pukul 4 sore sampai pukul 11 malam. Dengan durasi yang demikian, saya hanya berharap agar para narasumber tidak lantas kelelahan karena harus menjalani sesi wawancara selama itu. Belum lagi, Ryan dan kawan-kawan baru saja melakukan tur promo ke Beijing di pekan sebelumnya. Surprise for us! Kapanlagi.com mendapat kesempatan wawancara pukul setengah 9 malam. Kami pun segera kembali ke hotel untuk bersiap.

Berbincang Malam Bersama Ryan Reynolds Dan Kawan-Kawan

Pukul setengah 8 saya sudah tiba di ruang media bersama dengan Warner Channel Brasil dan juga Italia. Tampaknya kami kloter terakhir dalam sesi wawancara sore itu. Jam 8 tepat kami diajak untuk berjalan ke Peninsula Tokyo karena di sanalah Ryan dkk menginap dan akan melakukan sesi wawancara. 

Sekadar info saja nih, sesi wawancara ini sebetulnya dirancang di sebuah ruangan semi outdoor. Namun karena sedari sore Tokyo diguyur hujan lebat, akhirnya wawancara dipindah di dalam kamar-kamar suite di Peninsula. Terbayang bukan kalau kami harus mewawancara di tengah terpaan angin dan hujan bersuhu 11 derajat Celcius. 

KapanLagi mendapat kesempatan untuk mewawancara Rob Letterman (sutradara), Ryan Reynolds (berperan sebagai Detektif Pikachu), dan duo Justice Smith & Kathryn Newton (berperan sebagai Tim dan Lucy). Yang paling bikin deg-degan tentu saja ketika harus mewawancara Ryan Reynolds. Aktor yang satu ini dikenal cerdas dan juga ceplas-ceplos saat sesi wawancara. 

Pada giliran pertama, saya mewawancara Rob Letterman terlebih dahulu. Kami berbincang tentang konten, konsep, dan konteks dari filmnya itu sendiri. Mewawancara para sutradara selalu menyenangkan karena mereka punya segudang jawaban baik itu dari sisi ide, proses kreatif, atau pun persoalan teknis filmnya. 

Pada giliran kedua, barulah saya mewawancara sang bintangnya, Ryan Reynolds. Saat itu saya melirik jam sekitar pukul 10 malam. Saat menunggu, saya teringat beberapa rekan kantor yang sempat histeris saat mendengar saya akan mewawancarai Ryan Reynolds. Seganteng apa sih emangnya? Palingan ya 11-12 dengan saya! Ternyata setelah ketemu, aduh, 0-12 (Ryan 12, saya harus puas nol nggelundung) dengan tampilannya yang dandy dan memang ganteng banget.  :D

Salah satu pertanyaan yang saya lontarkan tak lain adalah proses kreatif yang dilaluinya untuk bisa menghadirkan Pikachu. Ia memilih untuk tidak menggunakan suara imut ala Pikachu, tapi suara aslinya sendiri. Ia pun memaparkan seperti apa detail prosesnya. Satu hal yang pasti, ternyata Ryan baru saja tahu dan mendalami Pokemon ketika ia bergabung dalam film ini. Lantas siapa yang membantunya untuk bisa mendalami dalam waktu singkat? Tak lain adalah kedua putrinya. 

"Oh mereka sangat terobsesi. Ini adalah film pertamaku (terkait Pokemon), dan mereka sangat-sangat ingin menontonnya," tuturnya. 

Meski banyak pertanyaan yang sudah dalam catatan saya, nyatanya kami hanya bisa berbincang dalam hitungan menit, sama seperti media lainnya. Saya pun berterima kasih dan Ryan mengajak penonton di Indonesia untuk menonton filmnya. (Tunggu video lengkapnya di KapanLagi.com).

Sementara di sesi ketiga, saya mewawancara duo Justice dan Kathryn yang masih saja bersemangat hingga larut malam. Saat mewawancara mereka berdua, saya mengajukan pertanyaan seputar pengetahuan tentang Pokemon. Gelak tawa pun pecah saat mereka harus bercerita seputar pengalaman pertama mengenal Pokemon atau saat harus memilih Pokemon favorit mereka. Tunggu saja videonya, saat mereka mengucap "Selamat Menonton" untuk kalian. 

Setelah merampungkan ketiga wawancara tersebut, saya pun kembali ke hotel. Memesan udon panas super pedas sebagai pengantar tidur. Bersiap untuk red carpet esok hari. 

Yellow Carpet Super Seru

Kamis (25/5) menjadi gong dari rangkaian global junket DETECTIVE PIKACHU. Beberapa dari kami mendapat kesempatan untuk berdiri di red carpet, Toho Cinema, Shinjuku. Red carpet, atau lebih tepatnya Yellow Carpet ini digelar tepat di depan gedung bioskop Toho Cinema. Salah satu ikon di Shinjuku ini disebut sebagai Godzilla street. Mengapa begitu? Ternyata karena di atap gedung bioskopnya terdapat instalasi kepala Godzilla ukuran besar. 

Karena tidak punya fotografer pribadi, selfie adalah solusi terbaik :D

Kami bersiap menyambut kedatangan Ryan Reynolds dan kawan-kawan menyusuri yellow carpet ini. Sejak sore, venue sudah dipadati oleh para fans dari Tokyo dan penjuru Jepang. Mereka hadir dengan membawa sebanyak mungkin merchandise dan kostum ala Pikachu. 

Nantinya, masing-masing dari kami mendapat kesempatan untuk melontarkan satu lagi pertanyaan kepada cast POKEMON DETECTIVE PIKACHU saat mereka melenggang di atas yellow carpet. 

Dan inilah hasilnya...

Ryan Reynolds seperti biasa, tampil dandy. Lalu Kathryn memilih tulle dress merah untuk memikat para fans di yellow carpet. Sementara Justice tampil rapi dalam setelah warna biru keabu-abuan dan dasi floral. Nice. Yang unik, Ryoma Takeuchi pengisi suara Tim dalam versi Jepang hadir dengan mengenakan Yukata. Saat ia memasuki yellow carpet, para fans lokal pun langsung menjerit memanggil-manggil namanya. Buat kalian yang belum kenal Ryoma, dia adalah pemeran utama Kamen Rider Drive. Sebagai otaku, saya langsung mengiyakan saat ditawari untuk mewawancara Ryoma.

Seperti apa keseruan di Yellow Carpet? Tunggu saja video yellow carpet selengkapnya di KapanLagi.com. Filmnya bakal tayang di bioskop mulai Rabu (8/5). Film satu ini bakal menjadi tontonan yang pas untuk kalian dan keluarga, utamanya untuk anak-anak dan remaja. Selamat menonton KLovers.   

Oleh: Mahardi Eka

 

 

 

(kpl/dka)

Nge-Zoom Bareng George Clooney

Wawancara Eksklusif George Clooney, Tentang Bumi yang Sekarat di Film 'THE MIDNIGHT SKY'

KapanLagi.com 2020-12-23 08:04:00
Wawancara Eksklusif George Clooney, Tentang Bumi yang Sekarat di Film 'THE MIDNIGHT SKY'

Kapanlagi.com - George Clooney pernah memikat kita dengan drama luar angkasanya bersama Sandra Bullock dalam GRAVITY (2013). Tidak hanya menyajikan visual yang memukau mata, dalam film tersebut digambarkan tentang perjuangan dua orang astronot yang saling membutuhkan satu dengan lain karena mereka hanya berdua, terapung di luar angkasa maha luas. 

Pada 23 Desember, Clooney kembali hadir dalam film drama fiksi ilmiah yang sekali lagi bersetting luar angkasa. Judulnya THE MIDNIGHT SKY. Dalam film ini ia berperan sebagai Augustine, seorang profesor yang memilih untuk menetap di sebuah stasiun di Artik meski orang-orang sudah berduyun-duyun mencari shelter menyelamatkan diri. 

Bukan tanpa sebab, Ausgustine (diperankan oleh Clooney) merasa perlu mengontak kapal luar angkasa, Aether yang menjadi satu-satunya harapan manusia untuk selamat dari Bumi yang sudah sekarat. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Bumi?

KapanLagi berkesempatan untuk mewawancara George Clooney tentang film barunya ini. Kami bertanya seputar cerita yang diusung di dalamnya, dan juga proses kreatif Clooney dalam menggarap film ini. Ini adalah keenam kalinya ia duduk sebagai sutradara sekaligus membintanginya. Simak wawancara lengkapnya di bawah ini. 

Tanya: Anda sebelumnya sudah membintangi dua film tentang astronot dan luar angkasa, SOLARIS dan GRAVITY. Bagaimana kedua film tersebut mempengaruhi pendekatan anda dalam menyutradarai film ini?

George Clooney:
"Lucunya nih, aku tidak menganggap ini adakah kisah tentang astronot secara umum, tapi mengambil setting di dua dunia (Bumi dan luar angkasa). Namun, setelah aku bekerja dalam film luar angkasa dengan Sodebergh dan Alfonso Cuaron, dua sutradara terbaik di bidang ini, aku tahu bagaimana untuk menyutradarai film ini. Mereka memberi tahuku hal apa yang perlu dihindari dan aku tahu apa yang harus kuhindari. Mereka juga memberi tahu apa yang efektif. Jadinya mereka memberiku banyak jalan pintas, sehingga aku tidak perlu ‘terjerembab' saat mengerjakan film ini"

KapanLagi: Dengar-dengar film ini juga terinspirasi film THE REVENANT dan juga GRAVITY. Apa yang anda ambil dari kedua film tersebut?

George Clooney: Innarittu adalah sutradara hebat, terlebih dalam THE REVENANT. Dan penulis cerita THE REVENANT (Mark L. Smith) juga menulis cerita film ini. Ada benang merah cerita tentang manusia menghadapi alam dalam kedua film ini. Sementara GRAVITY, jelas sekali sama-sama membahas tentang luar angkasa. Namun, film ini sebetulnya adalah kisah berskala kecil yang intim tentang seseorang. Apa yang disajikan di layar sangat megah dan luas, tapi ceritanya sangat sangat intim.

KapanLagi: Tidak seperti kebanyakan film apocalyptic lainnya di mana sudut pandangnya adalah dari sisi tokoh besar, misalnya kepala negara, tim astronot heroik, atau pasukan tempur, film ini justru mengambil tokoh-tokoh sederhana. Apa tantangannya menggarap sesuatu yang beda seperti ini?

George Clooney: 
Aku merasa bahwa resep utama dalam menceritakan semua cerita adalah menjadikannya personal. Contohnya, aku akan menceritakan tentang Darfur, Sudan dan kita membicarakan ribuan orang terbunuh. Itu angka yang besar dan tidak semua orang bisa langsung memahaminya. Namun ketika kamu mengambil contoh satu anak dan menceritakan kisah mereka. Itu akan lebih berdampak kepada semua orang. Untuk bisa menambatkan kisah THE MIDNIGHT SKY dalam kisah-kisah tokohnya sangatlah penting. Itu bisa membuat cerita dalam filmnya lebih berdampak.

KapanLagi: Tanpa memberi kami spoiler, sebenarnya apa yang terjadi pada Bumi di film ini?

George Clooney: Kami merancang, aku tepatnya merancang agar imajinasi kalian bermain di situ. Imajinasi kalian sangatlah lebih kuat dari apa yang aku bisa ceritakan atau tunjukkan di film. Ada banyak cara sebetulnya kita bisa menceritakannya, intinya sebetulnya apa yang dilakukan manusia terhadap sesamanya. Kita bisa saja mengabaikan sains dan menceritakan bahwa Bumi kena dampak perubahan iklim dan atmosfirnya meledak. Kita juga bisa membuat negara-negara saling benci dan mulai perang nuklir. Ada banyak cara kita bisa membuatnya heboh di film. Dan kini kita sedang menghadapi pandemi juga. Ada versi lain yang bisa kita ceritakan. Bagiku pertanyaannya bukan apa yang terjadi, tapi bagaimana kita bisa sampai ke situ dan cara apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

Kapanlagi: Kolom komentar trailer film ini dipenuhi dengan reaksi bahwa film ini pas menggambarkan situasi pandemi saat ini. Setujukah anda?

George Clooney: Sayangnya itu benar. Film ini menceritakan tentang bagaimana orang bisa pulang dengan selamat. Ini film tentang bagaimana orang berupaya berkomunikasi satu dengan lainnya. Bagaimana mereka bisa dekat dengan yang dikasihi. Dan kini semua dari kita merasakan versi yang berbeda-beda dari ‘Aku ingin bersama ayah ibuku sekarang'. Namun kita tidak bisa. Apa yang kemudian coba disampaikan filmnya, dan kurasa juga penting sekarang adalah tentang harapan. Ada cahaya di ujung terowongan. Ada alasan kuat untuk berjuang, untuk tetap hidup.

KapanLagi: Apa tantangan yang anda dapatkan sebagai sutradara dalam film ini?

George Clooney: Sebagai seorang sutradara, film luar angkasa itu susah. Sebagai sutradara, akan sangat lebih mudah berada di lingkungan bersalju dan memegang kamera dan merasakan dingin saljunya. Seperti itu. Sementara untuk adegan luar angkasa, kamu perlu persiapan 9 bulan sebelumnya. Kamu memilih adegan-adegan apa saja yang ingin ditampilkan, 9 bulan sebelumnya, sebelum kamu membangun settingnya. Ini lebih mendetail dan rumit. Namun, harus diakui ini lebih menyenangkan ketika menggarap sesuatu tentang apa yang tidak kutahu sebelumnya.

KapanLagi: Menurut anda, apakah ini film yang pas untuk jadi bahan perenungan penonton terkait apa yang bakal terjadi?

George Clooney: Ada banyak film untuk jadi bahan perenungan. Namun yang aku suka dari film ini adalah topik tentang apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Sebaik apa kita bisa memperlakukan orang lain. Tentang bagaimana kita bisa membuat masa depan jadi lebih baik bila kita mendengarkan apa kata ilmuwan soal Bumi. Utamanya, bagaimana kita bisa memperlakukan orang lain dengan hati yang baik.

George Clooney saat kami hubungi via Zoom.

THE MIDNIGHT SKY tayang 23 Desember. Film ini dibintangi oleh George Clooney, Felicity Jones, Kyle Chandler, dan David Oyelowo. Dalam sepanjang cerita, kalian akan dibawa pada dua setting utama, yakni Bumi yang sedang sekarat dan juga kapal luar angkasa Aether, tempat di mana sekelompok astronot menjalankan misi penyelamatan manusia. Selamat menontonnya KLovers. 

(kpl/dka)

Pesta Kostum bersama Superhero Marvel

Tom Holland Hadiri Fan Event SPIDER-MAN: FAR FROM HOME Bali, Nyaris Beri Bocoran Film

KapanLagi.com 2019-05-28 02:11:00
Tom Holland Hadiri Fan Event SPIDER-MAN: FAR FROM HOME Bali, Nyaris Beri Bocoran Film

Kapanlagi.com - Tom Holland berada di Bali. Kabar tersebut ramai bersliweran di media massa dan juga media sosial, Minggu (26/5). Foto-foto pemeran SPIDER-MAN ini ketika di bandara dan juga pantai Bali banyak beredar. 

Tom tidak sekadar liburan ke Pulau Dewata. Ia untuk pertama kalinya datang ke Indonesia untuk mempromosikan film terbaruna, SPIDER-MAN: FAR FROM HOME yang tayang Juli mendatang. Salah satu rangkaian acara yang ia hadiri adalah fan event di mana ia akan bertemu dengan para fans dari Bali dan media dari Indonesia ataupun negara-negara di Asia. 

Popularitas Tom makin meroket sejak ia turut membintangi CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR, AVENGERS INFINITY WAR, dan juga AVENGERS: ENDGAME. Dalam film-film tersebut ia beradu akting dengan bintang Avengers kelas A seperti Robert Downey Jr dan Chris Evans.

Seperti apa keseruan fan event yang juga dihadiri oleh KapanLagi.com ini? Kita simak bersama foto-foto berikut ini. 

 

 

 

 

 

(kpl/dka)


Yup Spider-Man Goes to Bali

Sama seperti judul film terbarunya, Tom Holland menempuh perjalanan panjang dari rumahnya di London ke Bali, Indonesia. Ia untuk pertama kalinya berkunjung ke Indonesia. Dalam filmnya nanti sang Spider-Man melakukan perjalanan jauh dari New York ke beberapa negara seperti Italia, Meksiko, dan Inggris. 


Ajang Para Cosplayer

Para cosplayer Spider-Man dengan beragam versi kostumnya menyemarakkan fan event SPIDER-MAN FAR FROM HOME ini. Ada yang mengenakan kostum Iron- Spider (kostum yang didapat dari Tony Stark), Spider-Gwen, kostum Homecoming, sampai kostum stealth. Sama seperti promo SPIDER-MAN HOMECOMING di Singapura 2017 lalu, ada banyak cosplayer yang memenuhi venue. 


Totalitas Para Fan

Event ini adalah untuk para fan, oleh karenanya mereka yang beruntung bisa hadiri dalam event ini tidak menyia-nyiakannya. Selain membawa merchandise umum seperti poster, kaos, atau kipas, beberapa fans terlihat membawa action figure dan artwork yang sudah dicetak untuk ditandatangani Tom. 

Belum lagi para fans yang rela mengenakan kostum Spider-Man di sepanjang acara. Salut!


Seisi Venue Dipenuhi Jeritan Fans

Sesaat setelah Tom Holland memasuki venue, para fan meneriakkan nama Tom sampai gemanya memenuhi ruangan. Semua menginginkan dua hal ini, antara foto bersama atau bisa mendapat tandatangannya. Tom langsung memenuhi keinginan para fan dengan berkeliling untuk berfoto dan membubuhkan tanda tangan di banyak merchandise. 


Foto dengan Tom Holland. Kapan Lagi?

Mau itu selfie atau wefie, foto bersama Tom adalah hal yang wajib dilakukan. Kapan lagi coba bisa bertemu dengan idola sedekat ini. Tom pun dengan ramah membantu para fan untuk berfoto. Ia mengambil handphone salah satu fan untuk kemudian berfoto bersama. Nice!


Hari Bahagia Para Fan

Wajah-wajah bahagia para fan ketika Tom mendatangi mereka untuk berfoto dan membubuhkan tanda tangan. Para fan ini datang dari Bali dan beberapa kota di Indonesia seperti Bandung dan Bogor. Mereka hanya sedikit dari fans Tom Holland yang bisa hadir dalam fan event ini. 


Menyapa Media Nasional dan Internasional

Pada fan event ini, Tom juga menyapa para awak media untuk menjawab beberapa pertanyaan seputar dirinya dan film terbarunya ini. Tidak hanya media dari Indonesia saja, ada juga media dari Thailand, India, Jepang, dan Taiwan. 


Hampir Beri Bocoran SPIDER-MAN FAR FROM HOME

Tom dikenal sebagai salah satu cast MCU yang sering kelepasan saat mengutarakan detail film. Bahkan tak jarang yang diucapkannya itu merujuk ke spoiler. Hal tersebut nyaris ia lakukan lagi saat berada di atas panggung. 

Ketika berada di atas panggung ia ditanya seputar isi filmnya oleh MC acara. Tom pun menjawab sedikit tentang multiverse. Namun sebelum ia melanjutkan lebih jauh, para fan berteriak, "Tolong jangan". Berupaya menghentikan Tom yang asyik bercerita. 

Tom pun langsung sadar dan berkata, "Oops!". 


Penutup Manis

Karena diadakan di Bali, fan event SPIDER-MAN FAR FROM HOME ini disemarakkan juga dengan penampilan barong dan iringan musik Bali dipadu musik EDM yang bersemangat. Oleh karenanya sebagai kenang-kenangan sekaligus menutup acara, Tom berfoto bersama MC dan juga barong serta latar belakang ratusan fans yang masih bersemangat meneriakkan namanya. 

Pesan Mendalam dari Om Jamie Foxx

Wawancara Eksklusif PROJECT POWER Jamie Foxx & Dominique Fishback

KapanLagi.com 2020-08-18 18:10:00

Kapanlagi.com - Project Power adalah film baru besutan Netflix. Dalam film ini, Jamie Foxx memerankan Art, sosok misterius yang sedang dalam misi khusus. Jamie pun berbincang soal film terbarunya tersebut.

Tak hanya itu, Jamie juga ditemani sang co-star, Dominique Fishback, dalam interview kali ini. Seseru apa ya obrolan KapanLagi dengan dua aktor ini. Simak deh dalam video di atas!

(kpl/atl)

Main ke Rumah Inul

Say Hi to Super Junior

Keseruan E.L.F FAN PARTY KapanLagi Korea, Bagi-Bagi Signed Album 'THE RENAISSANCE' Hingga Lightstick SUPER JUNIOR

KapanLagi.com 2021-03-19 20:33:00
Keseruan E.L.F FAN PARTY KapanLagi Korea, Bagi-Bagi Signed Album 'THE RENAISSANCE' Hingga Lightstick SUPER JUNIOR

Kapanlagi.com - Hari yang sudah dinantikan para E.L.F akhirnya tiba. Tepat hari ini, Jumat (19/3) sekitar pukul 18.30 WIB tadi, KapanLagi Korea menggelar acara E.L.F FAN PARTY untuk merayakan comeback SUPER JUNIOR di album THE RENAISSANCE.

E.L.F FAN PARTY kali ini digelar secara seru di berbagai platform mulai dari Vidio.com, Instagram KapanLagi, Twitter KapanLagi, hingga Facebook KapanLagi. Nggak cuma itu saja, ada 100 E.L.F yang beruntung dan bisa bergabung dalam Zoom untuk menyaksikan video greeting SUPER JUNIOR secara eksklusif.

Sebelum memasuki acara inti, host E.L.F. FAN PARTY pun mengajak para E.L.F yang sudah bergabung untuk streaming bareng. Dimulai dari lagu Burn The Floor, hingga single terbaru SUPER JUNIOR, House Party.

 

(kpl/sry)


Serunya Streaming Bareng

100 E.L.F yang beruntung dan sudah bergabung di Zoom pun bisa menyaksikan langsung penampilan keren SUPER JUNIOR di MV House Party yang sudah ditonton lebih dari 10 juta kali. Sebagian dari mereka bahkan tampil maksimal dengan membawa atribut E.L.F hingga menyalakan lightstick-nya.

Sejak dirilis pada 16 Maret kemarin, E.L.F tak henti-hentinya melakukan streaming party untuk mendukung oppa kesayangan mereka. Terlebih House Party benar-benar menjadi single hit untuk comeback mereka di album ke-10 ini.

 


Greeting - Q&A dari SUPER JUNIOR

Tidak berhenti sampai di situ saja, acara ini diramaikan dengan sesi Q&A dari host dan E.L.F yang sudah bergabung. Hingga akhirnya waktu yang sudah ditunggu-tunggu tiba, SUPER JUNIOR menyampaikan pesan greeting-nya untuk E.L.F Indonesia dan KapanLagi Korea.

"Halo E.L.F Indonesia dan KapanLagi, mana suaranya? Terima kasih sudah mengadakan dan berpartisipasi pada E.L.F Online Fan Party untuk mendukung comeback kami. Kami dengar kalian telah mengirimkan pertanyaan untuk kami, benarkah?" tutur Choi Siwon dan Eunhyuk.

Video pun dilanjutkan dengan sesi Q&A yang dilakukan oleh member SUPER JUNIOR untuk menjawab pertanyaan E.L.F Indonesia via platform socmed KapanLagi. Mulai dari killing part di track House Party, lagu favorit para member di album THE RENAISSANCE, rencana mereka untuk membuat lagu ber-Bahasa Indonesia.

 


Berlimpah Hadiah Giveaway

E.L.F FAN PARTY ini pun semakin seru karena adanya giveaway yang berlimpah untuk mereka yang sudah bergabung di Zoom. Tidak hanya itu, penonton live streaming di platform Vidio.com juga berkesempatan untuk membawa pulang hadiah lho!

Hadiah giveaway yang sudah dibawa pulang E.L.F di antaranya ada album THE RENAISSANCE, signed album, hingga lightstick official SUPER JUNIOR. Seru banget deh ya? ;)

 

Deg-Degan Telepon Michelle Yeoh

Wawancara Eksklusif Michelle Yeoh, Calon Ibu Mertua Super Kaya di 'CRAZY RICH ASIANS'

KapanLagi.com 2018-09-16 22:38:00
Wawancara Eksklusif Michelle Yeoh, Calon Ibu Mertua Super Kaya di 'CRAZY RICH ASIANS'

Kapanlagi.com - Frasa CRAZY RICH ASIANS sedang wara-wiri di media sosial dan media. Itu semua tak lain karena film berjudul sama yang diadaptasi dari novel bestseller karya Kevin Kwan. CRAZY RICH ASIANS berkisah tentang Rachel Chu yang mendapati kehidupan kekasihnya, Nick Young tidak seperti yang ia duga. Nick berasal dari keluarga tajir melintir asal Singapura.

Rachel memang telah mendapatkan cinta Nick. Tapi tidak dengan ibunya, Eleanor Young. Dalam filmnya, Eleanor adalah sosok yang anggun, dingin, dan ditakuti oleh orang-orang di sekelilingnya. Reputasinya tidak main-main. Bocoran sedikit dari filmnya, ia dan suaminya bisa saja dalam semalam membeli sebuah hotel bintang lima. Setajir itu.

Di tangan Michelle Yeoh, sosok Eleanor Young menjadi sosok yang mencuri perhatian dalam filmnya. Tidak hanya dari kesan pertama yang bikin takut, tapi ternyata di balik itu ada kompleksitas dalam dirinya.

Mahardi Eka, managing editor KapanLagi.com® berkesempatan untuk mewawancarai Michelle via telepon akhir pekan ini. Kami mengobrol dengannya yang sedang bersama tim Warner Brothers Singapura seputar tokoh menarik satu ini dan kesuksesan CRAZY RICH ASIANS di Amerika Serikat. Berikut ini wawancara lengkapnya.

(kpl/dka/ssm)


Eleanor Young yang Mengintimidasi

KapanLagi: Hai Michelle, terima kasih sudah memberi kami kesempatan untuk wawancara ini. Penonton di Indonesia antusias untuk menonton CRAZY RICH ASIANS. Filmnya baru tayang Rabu (12/9).

Michelle: Ah sudah tayang di Indonesia?

KapanLagi: Ya, ini sudah hari keempat tayang di bioskop. Kami belum pernah bertemu tatap muka dengan anda, tapi dari banyak video wawancara di YouTube boleh dikatakan kamu adalah sosok yang ramah dan murah senyum. Nah, ketika memerankan Eleanor Young, anda bisa tampil sangat menakutkan dan mengintimidasi...

Michelle: Aha... Tokoh Eleanor Young memang ditulis (oleh Kevin Kwan) sebagai sosok yang mengintimidasi, ia sosok yang kuat bahkan di kalangannya sendiri. Ia sangat dihormati oleh orang di sekitarnya. Mereka bahkan takut kepadanya. Itu disebabkan karena dirinya melambangkan standar yang sangat tinggi, sosok yang ideal. Ia selalu menata perilakunya. Pokoknya ia harus menjadi versi terbaik bagi dirinya sendiri.

Tapi di balik itu semua, ia juga seorang ibu yang protektif. Boleh dikatakan dia adalah gambaran dari sosok para ibu di dunia ini. Di mana ia bakal melakukan apapun demi anak-anaknya. Terutama, ia ingin memastikan bahwa anak-anaknya bakal bahagia. Memastikan bahwa ia bakal bahagia dengan sosok yang akan menjadi pasangannya.

KapanLagi: Sulitkah memerankannya?

Michelle: Untungnya aku bisa menjadi "menakutkan" tanpa perlu memperlihatkan kekuatan fisik, atau juga secara verbal dengan memerintah ini dan itu. Dalam hal ini aku berupaya untuk memperlihatkan kekuatan dalam diri serta aura yang pas supaya bisa tersampaikan kepada penonton.

Aku sudah berlatih bela diri bertahun-tahun, belajar setiap disiplin ilmunya. Belajar untuk mengendalikan postur dan gerakan tubuh. Utamanya, mengekspresikan sorot mata yang mampu berbicara lebih banyak daripada kata-kata.


Di Balik Sosoknya yang Menakutkan

Kapanlagi: Dan itu sukses tersampaikan lewat filmnya. Penonton seperti melihat sosok yang menakutkan lewat Eleanor.

Michelle: Hahaha... Tapi tunggu dulu. Eleanor perlu dipahami juga sebagai sosok yang juga penuh kasih. Dia memang mematok standar yang tinggi tapi itu semua dilandasi oleh cintanya. Dia selalu menomorsatukan ibu mertua, suami, dan tentunya Nick, anaknya. Dia bahkan tidak memandang remeh Rachel (kekasih anaknya) yang berasal dari keluarga yang not-so-crazy-rich. Ia hanya khawatir bahwa Rachel yang tumbuh besar di Amerika, tidak memegang prinsip menomorsatukan keluarga seperti dirinya. Ia khawatir bahwa Rachel bakal lebih mementingkan impiannya (atau karirnya) di atas segalanya. Bahkan rela meninggalkan apa pun demi mimpi. Bagi Eleanor, wanita yang pas untuk anaknya adalah wanita yang mampu mendahulukan keluarga daripada mendahulukan kepentingan pribadi.

Sosok lainnya yang perlu dipahami adalah Astrid. Ia mungkin bakal membuat pria manapun merasa minder. (Red: tonton sendiri dalam filmnya untuk tahu mengapa). Jika memang pria merasa tidak jantan atau cukup baik bagi pasangannya, itu bukan berarti salah wanitanya bukan? Tokoh-tokoh dalam film ini juga menggambarkan persamaan hak, cinta, juga harapan. Sebagai sebuah komedi romantis, film ini mampu memberi pencerahan.

Kapanlagi: Bicara soal prinsip Eleanor di atas, rasanya kami jadi paham soal adegan Mahjongnya. (Sekali lagi tonton dulu filmnya)

Michelle: Ya betul, Menyentuh kan. Film ini jadi menyentuh karena memang tokoh-tokoh di dalamnya sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Penonton bisa saja menemukan kemiripan antara tokoh-tokoh di dalamnya dengan kehidupan mereka. "Oh Tuhan, itu aku banget" atau "Ah, dia mirip banget dengan ibuku". Atau bisa saja seorang ibu akan berujar pada anaknya, "nah tuh kan bener apa yang ibu bilang" atau sebaliknya. Semua bakal merasakannya.

Kapanlagi: Rasa-rasanya Kevin Kwan tak salah pernah berujar bahwa anda adalah satu-satunya aktris yang pas dalam memerankan tokoh Eleanor.

Michelle: Ah aku sungguh tersanjung karenanya. Aku baru tahu ketika bertemu dengannya di lokasi syuting. Dia bercerita kepadaku bahwa ketika ngobrol dengan para produser, dia terus bilang bahwa Eleanor Young adalah Michelle Yeoh. Ia tak masalah meski aku berasal dari Malaysia.

KapanLagi: Berkat anda, kami jadi ketagihan melihat Eleanor di film-film lanjutannya.

Michelle: Dia tokoh yang menarik dan hebat. Orang takut kepadanya, tapi juga mengharapkan setiap pendapatnya karena memang itu yang terbaik

Kapanlagi: Omong-omong, dalam film kedua atau ketiga nanti, Eleanor jadi seperti apa ya?

Michelle: Hmmm... aku ingin ada interaksi lebih banyak antara dirinya dengan tokoh-tokoh perempuan. Kamu tahu kan, di Asia anak lelaki lebih diutamakan. Ingin ke depannya akan ada kisah menarik dari sisi anak perempuan. Akan ada banyak tokoh-tokoh wanita yang kuat. Memang ada tradisi yang perlu dijaga, tapi juga bisa diubah. Pokoknya akan ada banyak yang menarik nanti.


Representasi Kisah Orang-Orang di Asia

Kapanlagi: Reaksi bermunculan soal betapa pasnya representasi orang Asia dalam film ini. Representasi apa yang menurut anda paling memuaskan dalam filmnya?

Michelle: Film ini datang dari kenangan penulisnya yang hidup selama sebelas tahun di Singapura. Jadi, belum dapat merepresentasikan Asia secara menyeluruh. Ada lima puluh lebih negara di Asia. Aku rasa belum ada film yang mampu merepresentasikan Asia seluruhnya.

Film ini lebih menceritakan seperti apa nikmatnya hidup sebagai orang Asia, dalam hal ini sebagai orang Cina dengan segala tradisi di dalamnya. Film ini lebih pas dikatakan sebagai menu pembuka untuk film-film lain yang bakal merepresentasikan ragam kisah orang Asia. Jadi lebih baik tidak mengkotakkan ragam kisah tersebut dalam satu film ini saja. Film ini bahkan bisa disebut sebagai salah satu kisah cinta universal yang pernah dibuat. Kebetulan saja semua pemerannya adalah orang Asia.


Dibandingkan Dengan BLACK PANTHER

Kapanlagi: Apakah pernah terpikir bahwa film ini bakal sesukses ini? Mengingat CRAZY RICH ASIANS dibanding-bandingkan dengan BLACK PANTHER?

Michelle: Dapatkah kita memprediksi sebuah film sukses? AKu rasa tidak. Jika bisa, maka semua film bisa sukses. Kami hanya berharap bisa menyajikan film yang apik. Kisah yang ditulis sepenuh hati, begitu juga timnya sangat pas. Kita mempersiapkan yang terbaik untuk ini. Kita hanya berharap orang-orang Asia di Amerika menonton ini, karena memang orang Asia paling jarang disorot dan dimunculkan dalam film-filmnya.

Ini bakal jadi kesempatan untuk berkata "Tidak lagi". Kita ingin kisah-kisah kita disuarakan. Jangan lagi orang Asia jadi semacam stereotip saja dalam sebuah film. Orang Asia bisa saja memerankan Hulk. Ada banyak kisah untuk diceritakan.

Kali ini Jon M Chu yang punya akar budaya Asia diberi kesempatan untuk menggarapnya secara apik. Ditambah dengan pasar Warner Brothers membuat kesuksesan ini menjadi mungkin. Jujur ya, seminggu sebelum perilisan filmnya, aku tidak bisa tidur. Aku sendiri tidak yakin apakah film ini bisa menjadi seperti GET OUT atau BLACK PANTHER.

Dan itu terjawab. Kelahiran Jepang atau Korea sekalipun bisa punya kesempatan sekarang di Amerika Serikat.

Kapanlagi: Terima kasih Michelle. Kami doakan filmnya bisa sukses di Indonesia.

Michelle: Terima kasih. Sampai jumpa lagi.

CRAZY RICH ASIANS sedang tayang di bioskop tanah air. Dari penjualan tiketnya di banyak negara, film garapan Jon M. Chu ini sudah mencapai keuntungan Rp. 2 triliun. CRAZY RICH ASIANS dibintangi juga oleh Henry Goulding, Constance Wu, Ken Jeong, dan Akwafina.  

Dilan dan Milea Mesra di Depan Kamera

Jadi Saksi Hidup Pesta Ultah The Rolling Stones